Selasa, 28 Februari 2017

Kesempatanmu adalah ukuranmu

Keberhasilan bukanlah akhir dari sebuah jawaban kehidupan tetapi awal perjuangan yang harus dijalani pada kenyataan selanjutnya. Butuh banyak keberanian dalam mengambil kesempatan yang ada agar kita tahu seberapa jauh kita dapat melangkah, banyak orang yang setelah jatuh enggan untuk bangkit kembali. Banyak orang yang pasrah akan kehidupannya, menerima semuanya tanpa melihat apa yang dimiliki dalam dirinya. Berhasil atau gagal itulah proses, yang penting mau terlebih dahulu. tanpa kemauan, tanpa niat dan tanpa tindakan semuanya akan terasa sia-sia.

Apa yang kita lakukan ketika kita jatuh? apakah kita mau bangkit untuk berdiri lagi? bagaimana kalau kita jatuh untuk kedua, ketiga, keempat dan seterusnya kita jatuh setelah kita berusaha berdiri lagi? apakah kita akan pasrah dengan hal itu? apakah orang lain akan membantu semua masalah kita, mereka hanya akan menyarankan untuk kita berdiri lagi. Jika memang tidak mau jatuh jangan pernah untuk berdiri lagi, pasrahlah.. sampai pasrah itu menenggelamkanmu dalam kepedihan selamanya.

Hidup ibaratkan dunia yang berputar kapan berada pada tempat paling atas, kapan berada di tengah-tengah, dan kapan berada di posisi paling bawah. Wajarlah jika ketika kita berdiri terus kita jadi, Tuhan memberi ujian kepada kita, apakah kita mau berdiri setelah kita jatuh.. Jatuh memang sakit, tapi bagaimana pun sebuah kebahagiaan awalnya ada rasa sakit, kalau rasanya senang terus maka kita tak akan pernah merasakan sakit, namun pada akhirnya juga rasa sakit, jatuh itu akan mengampiri kita dengan sendirinya..

Belajarlah berada disemua posisi, mau dibawah, ditengah, maupun diatas. Hakekatnya sama kita berada pada posisi-posisi tersebut, tergantung apakah kita bisa menjadi diri sendiri.. Janganlah sombong, karena sombong akan memakan kesombonganmu kelak.. sombonglah pada dirimu sendiri agar kita bisa lebih baik lagi dari hari ini.. Tidak ada yang terbaik tapi semuanya belajar untuk menjadi baik untuk diri sendiri dan orang lain. apapun yang kita lakukan, percayalah semua ada jalan dan hikmahnya, jangan sesali karena penyesalan takkan pernah terhapuskan oleh siapa pun, itu hanya akan menjadi sebuah pelajaran yang berharga untuk kehidupan kita kedepan nanti.

Jumat, 24 Februari 2017

Harapan dalam Jiwa

    Tak terasa waktu ini berjalan dengan cepat, sehingga aku mulai tumbuh ke arah kedewasaan. Dalam perjalanan waktu yang dijalani mengukir cerita baik duka dan suka, entah itu cinta dan kekecewaan. aku tak mau menatap masa lalu jika itu menyakitkan perasaan yang telah sembuh dengan harapan baru, takkan mengulangi kesalahan yang sama agar tak ada goresan yang harus dirasakan atau memberikan goresan itu kepada siapa saja...
    Mengenalmu tak pernah kuduga, awalnya tak ada niat untuk mengenal atau lebih dekat dari mengenal, tapi tak tahu kenapa hati ini merasakan apa yang sudah lama tak kurasakan semenjak matahari terbenam dalam lubuk hati ini. Kau yang begitu diam membuatku bertanya-tanya dalam jiwa ini, apakah itu KAMU yang selama ini kutunggu di perjalanan waktuku? tidak mudah menemukan jawaban itu, sampai sekarang pun aku masih menunggu jawaban yang hanya bisa dijawab oleh waktu yang tak tahu kapan datangnya.. hanya saja tak bisa kubohongi perasaan yang ada yang menunjuk seseorang yang jauh disana, yang hanya bisa kulihat tanpa bisa kugenggam. Bukan tak bisa kugenggam, tapi mungkin belum waktunya aku menggemgamnya..
    Buatku mengenalmu sudah cukup buatku, tak perlu harus kau jatuh hati atau jatuh cinta, aku mau membangun semua perasaan itu buka menjatuhkannya. Terbesit dipikiran untuk selalu ada buatmu, selalu berusaha merangkulmu, selalu menjagamu,, tapi itu semua salah,, semakin kulakukan itu justru membuatmu jauh bukan lebih dekat denganku.. aku belajar biasa untuk mendewasakan pikiranku, menerima realistis tapi bukan tanpa harapan dan kerja keras untuk membangun itu semua..

Bersabar dan Berdoa di tiap malam adalah caraku menyampaikan harapanku kepada sang Pencipta, agar kelak,, cepat atau lambat harapan dalam doaku bisa terjawabkan,, entah itu KAMU atau ORANG LAIN.. aku tak pernah berpikir itu untuk orang lain sedikitpun,, aku berharap ada NAMAKU di doamu,, karena dengan doalah cara paling ampuh mengobati rindu dan kesepian,, 

Beraraplah dan berpikirlah, karena alam akan merespon apa yang kita pikirkan Serta Allah yang akan menentukkan semuanya apakah Ya atau Tidak. Walaupun kita mengatakan Ya dan alam mengatakan Ya tanpa Ridhonya semua Takkan pernah terjadi...

Berharap, Berpikir, Lakukan dan Berdoa..